Featured Post Today
Latest Post
Showing posts with label Kisah Islami. Show all posts
Showing posts with label Kisah Islami. Show all posts

Konsep Wanita dalam Islam

19/10/13 ALLAH menghiasi indahnya sore itu dengan hujan, didalam sebuah aula kecil, seorang ustadz sedang memberikan beberapa nasihatnya kepada kami dan menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya selama ia tinggal di Inggris. Selama tinggal di sana beliau banyak bertemu dengan orang-orang Atheis, Kebenyakan diantara mereka adalah orang-orang yang menuhankan hoby, seperti Bola, Teknologi, dsb.

Suatu ketika beliau bertemu dengan seorang Atheis dan ditanya "Kenapa Wanita Islam itu harus menggunakan jilbab dan dilarang untuk berjabat tangan dengan orang lain, apakah islam agama yang tidak bebas?" lalu beliau mulai berpikir jawaban apa yang harus ia berikan kepada orang tersebut, karena jika ia menjawab karena itu adalah perintah ALLAH atau syari'at islam yang harus dijalankan oleh umatnya maka ia tidak akan dapat memuaskan si Atheis ini. Pada dasarnya syari'at yang ada di dalam agama islam tidak pernah bertentangan dengan akal manusia, sehingga pasti ada cara untuk menjelaskan agar islam bisa di terima oleh akal manusia.
Sambil melihat tajam mata si Atheis akhirnya ia pun menjawab pertanyaan si Atheis ini, "Konsep wanita didalam islam itu ibarat seorang Queen, Apakah engkau pernah berjabat tangan dengan ratu elizabeth?" tanya ustadz.
"tidak, karena tidak sembarang orang bisa mendekatinya, apalagi berjabat tangan dengannya".Jawab si Atheis tadi.
Lalu ustadz itu pun tersenyum ringan sembari berkata, "begitulah wanita kami, mereka bagaikan Queen yang tidak sembarang orang bisa menyentuhnya, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menyentuhnya".
"lalu bagai mana dengan jilbab?" balasnya.
"sebelum saya menjawab pertanyaanmu, saya ingin bertanya kepadamu terlebih dahulu, jika engkau akan memebeli sebuah sebuah kue, engkau akan memelih kue yang terbungkus rapi atau yang telanjang?" tanya ustadz.
"of course, saya akan membeli yang ada bungkusnya". Balas si Atheis.
Lalu ia tersenyum kembali sambil berkata, "Begitu pula wanita kami, dengan jilbab mereka menutup aurat mereka sehingga mereka terhindar dari pandangan-pandangan liar para lelaki yang tidak berkepentingan, Wanita kami tidak seperti wanita kalian yang suka mengekspresifkan tubuhnya lewat pakaian-pakaian yang ekspresif, Wanita kami harus menjaga kesucian dirinya sehingga tidak sembarang orang bisa melihat kecantikan yang ada pada dirinya dan hanya orang-orang tertentu pula yang boleh melihat kecantikannya".
Lalu si Atheis pun mengangguk-anggukkan kepalanya seolah-olah ia bisa menerima penjelasan sang ustadz.

"Wanita sholehah tidak akan pernah tergiur dengan dunia, karena mereka adalah sebaik-baiknya perhiasan di dunia, Mereka lebih berkilau dari permata, dan hanya orang-orang Sholeh pula yang bisa melihat betapa berkilaunya mereka".

Sabtu, 19 Oktober di Tawamangu

Author : Anas Ibni Abdurrahman
0 comments

Sa’id Bin Amir

Sa’id Bin Amir
(Pemilik Kebesaran di Balik Kesederhanaan)
Sa’id Bin Amir adalah salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang utama, walaupun namanya tidak seharum nama sahabat Rasuullah ﷺ yang telah terkenal. Ia merupakan sosok hamba ALLAH yang bertakwa dan tidak menonjolkan diri. Meski demikian semenjak ia memeluk, tidak lama sebelum perang Khaibar, ia tidak pernah absen dalam perjuangan dan jihad yang dihadapi Rasulullah  ﷺ dan kaum muslimin. Mungkin ini telah menjadi pola dasar kehidupan semua orang islam pada saat itu. Karena tidak selayaknya bagi orang yang beriman berpangku tangan dan tidak turut mengambil bagian dalam apa saja yang dilakukan Nabi ﷺ, baik disaat damai maupun perang.

Semenjak ia berbaiat kepada Nabi ﷺ, seluruh kehidupan dan eksistensinya ia baktikan untuk kepentingan Islam. Ketaatan, kezuhudan, kesalehan serta keluhurannya sangat melekat pada diri Sa’id Bin Amir.

Ketika kita mencoba untuk menyusuri dan menjajaki kebesaran dibalik tokoh ini, hendaklah kita bersikap hati-hati agar tidak terlena oleh godaan pikiran yang tertuju ada kemegahan. Pasalanya ketika padangan kita tertuju pada sa’id dalam kumpulan orang banyak, maka kita tidak akan menemukan suatu keistimewaan yang nampak dari dirinya. Mata kita hanya akan melihat seorang prajurit dengan tubuh berdebu dan berambut kusut masai, Baik pakaian Maupin bentuk lahirnya tidak sedikitpun berbeda dengan golongan miskin lainnya dari kaum muslimin. Seandainya yang kita jadikan tolak ukur adalah tampilan luar, maka kita tidak akan menemukan petunjuk yang menyatakan siapa sebenarnya Sa’id Bin Amir.

Kebesaran Sa’id lebih banyak yang tersembunyi dan berada didalam bila dibandingkan dengan permukaan luarnya. Dibalik kesedarhanaan dan kesahajaannya itu tersimpan sebuah kebesaran yang menggambarkan kecintaannya kepada ALLAH dan tidak mau terjerat dengan fitnah dunia. Sosoknya Ibarat mutiara yang terpelihara didalam perut kerang.

Ketika Khalifah Umar bin Al-Khattab memberentikan mu’awiyah dari jabatannya sebagai kepala daerah di Syria, ia menoleh kiri dan kanan mencari seseorang yang akan menjadi penggantinya. Ketika itu Syria merupakan wilayah yang modern dan besar, sementara kehidupan disana sebelum datangnya islam mengikuti peradaban yang silih berganti, disamping merupakan pusat yang penting dan tempat yang cocok untuk bersenang-senang. Berepa poin inilah yang menjadikan Syria sebagai negeri yang penuh godaan dan rangsangan. Menurut pendapat umar, tidak ada yang cocok untuk negeri ini kecuali rang yang suci yang tidak dapat diperdayakan oleh kemegahan dan kemewahan dunia, seorang yang zuhud yang gemar beribadah, yang tunduk dan patuh kepada ALLAH.

Lalu tiba-tiba Umar berseru, “Aku telah menemukannya. Bawalah Sa’id bin Amir kemari.” Tak lama kemudian Sa’id pun datang menemui Umar yang menawarkan jabatan walikota Homs, Suriah. Tetapi Sa’id menyatakan keberatan dan berkata, “Janganlah engkau menjerumuskanku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin.” Dengan nada keras Umar menjawab, “Tidak, demi ALLAH, aku tidak akan mebiarkanmu menolak. Apakah kalian hendak membebankan amanah dan khilafah diatas pundakku lalu kalian meninggalkanku begitu saja?” dengan kata-kata Umar tersebut akhirnya Sa’id pun dapat diyakinkan. Karena sebagai seorang sahabat yang pernah berjuang bersama Rasulullah ﷺ , sungguh tidak adil bila mereka mengalungkan amanat dan jabatan khalifah ke lehernya, lalu mereka meninggalkan dirinya memikul tugas itu sendirian.

Pada saat itu Homs digambarkan sebagai Kufah kedua. Hal itu disebabkan sering terjadinya pembangkangan dan pemberontakan penduduk terhadap para pembesar yang memegang kekuasaan. Dan karena kota Kufah dianggap sebagai pelopor Islam soal pembangkangan, maka kota Homs diberi julukan Kufah kedua. Tetapi, bagaimanapun gemarnya orang-orang Homs menentang pemimpin-pemimpin mereka sebagaimana yang kita sebutkan sebagai hamba ALLAH yang saleh, yakni Sa’id, hati mereka dibukakan ALLAH sehingga merekapun cinta dan taat kepadanya.

Suatu hari Umar menyampaikan berita kepada Sa’id, “Orang-orang Syria mencintaimu.” Lalu Sa’id pun mengomentarinya “Itu mungkin karena aku suka menolong dan menghibur mereka.” Namun sebesar apapun cinta warga Homs kepada Sa’id, keluhan dan pengaduan tetap saja tidak dapat dielakkan.

Suatu ketika Amirul Muknminin berkunjung ke Homs dan bertanya kepada penduduk yang sedang berkumpul tentang Sa’id, “Bagaimana pendapat kalian tentang Sa’id?” Sebagian hadirin tampil ke depan mengadukannya. Tetapi, rupanya pengaduan itu mengandung berkah, sehingga dengan demikian terungkaplah satu sisi kebesaran tokoh Sa’id yang menakjubkan.

Dari kelompok yang mengadukan itu, Umar meminta agar mereka mengemukakan titik-titik kelemahannya satu per satu. Juru bicara kelompok tersebut maju dan mengatakan, “Kami mengeluh empat perkara darinya :
1. Ia tidak keluar untuk menemui kami hingga menjelang siang.
2. Ia tidak mau melayani orang pada waktu malam hari.
3. Setiap bulan ada dua hari dimana ia tidak mau kelauar untuk kami, sehingga kami  tidak dapat menemuinya.
4. Ada sewaktu-waktu yang sebetulnya bukan merupakan kesalahannya, tapi itu menggangu kami, yaitu bahwa sewaktu-waktu ia jatuh pingsan.”

Umar tertegun sebentar dan memohon kepada ALLAH, dengan ungkapan, “Yaa ALLAH, hamba tahu bahwa ia adalah hamba-MU yang terbaik. Karena itu, hamba berharap firasat hamba terhadap dirinya tidak meleset.”

Lalu Sa’id pun dipersilakan untuk membela diri. Ia berkata, “Mengenai tuguhan mereka bahwa saya tidak keluar hingga menjelang siang, demi ALLAH, sebetulnya saya tidak hendak menyebutkannya. Keluarga kami tidak punya pelayan, sehingga sayalah yang membuat adonan tepung dan membiarkannya saya mengembang, lalu saya membuat roti dan kemudian wudhu untuk sholat Dhuha. Setelah itu keluar menemui mereka.”

Wajah Umar berseri-seri, dan berkata, “Alhamdulillah, dan mengenai yang kedua?”

Sa’id pun melanjutkan perkataannya, “Adapun tuduhan mereka saya tidak mau melayani mereka pada waktu malam, demi ALLAH saya sebenarnya tidak suka menyebutkan sebabnya. Saya telah menyediakan hari bagi mereka, sedangkan malam hari bagi ALLAH Ta’ala. Keluhan mereka bahwa dua hari setiap bulan saya tidak menemui mereka, itu karena saya tidak punya pelayan yang akan mencuci pakaian, sedangkan saya tidak punya baju yang lain. Jadi saya memanfaatkan hari itu untuk mencucinya dan menunggu sampai kering, dan diakhir siang saya bisa menemui mereka.”

“Kemudian tentang keluhan mereka bahwa saya sewaktu-waktu jatuh pingsan, itu karena ketika di Mekkah dulu saya telah menyaksikan Khubaib Al-Anshari jatuh tersungkur. Tubuhnya disayat-sayat oleh orang orang Quraisy dan mereka menyeret tubuhnya sambil menanyakan kepadanya. ‘Maukah tempatmu diisi oleh Muhammad sebagai penggantimu, sedangkan kamu berada dalam keadaan sehat wal afiat?’

Lalu Khubaib menjawab, ‘Demi ALLAH, aku tidak ingin tinggal dalam keselamatan dan kesenangan dunia bersama anak dan isteriku, sementara Rasulullah ﷺ ditimpa bencana, walau oleh hanya tusukan duri sekalipun.’ Setiap terkenang peristiwa yang aku saksikan itu, dan ketika itu aku masih dalam keadaan musyrik, lalu teringat bahwa aku berpangku tangan dan tidak mengulurkan tangan untuk menolong Khubaib, Tubuhku gemetar karena takut siksa ALLAH, hingga ditimpa penyakit yang mereka katakana itu.”

Sampai disitu berakhirlah kata-kata Sa’id, ia membiarkan kedua bibirnya basah oleh air mata yang suci, mengalir dari jiwa yang saleh. Mendengar itu Umar tidak mampu menahan rasa harunya, sehingga ia pun berseru karena sangat gembira, “Alhamdulillah, dengan Taufik-NYA firasatku tidak meleset.” Lalu ia merangkul dan memeluk Sa’id, serta mencium keningnya yang mulia dan bersinar cahaya.

Pada tahun 20 H Sa’id bin Amir pulang ke rahmatullah dengan lembaran yang putih, dah hati yang suci. Telah lama sekali rindunya terpendam untuk menyusul rombongan perintis Islam. Hidupnya memang telah didedikasikan untuk memelihara janji dan mengikuti langkah mereka. Sungguh, rindunya tiada terkira untuk dapat menjumpai Rasulullah ﷺ yang telah menjadi guru terbaiknya, serta teman-temannya yang saleh dan mulia.


Reference : Biografi 60 Sahabat Nabi ﷺ

0 comments

Syair Abu Nawas / شعر ابو نواس


شعر أبو نواس
----------------------
إلهي لست للفردوس أهلا...
Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga
ولا أقوى على نار الجحيم...
Tapi aku tidak kuat dalam neraka
فهب لي توبة واغفر ذنوبي...
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku
فإنّك غافر الذّنب العظيم...
Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
ذنوبي مثل أعداد الرّمال...
Dosaku bagaikan bilangan pasir
فهب لي توبة ياذا الجلال...
Maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
وعمري ناقص في كلّ يوم...
Umurku ini setiap hari berkurang
وذنبي زائد كيف احتمال؟؟؟
Sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya???
إلهي عبدك العاصي أتاك...
Wahai Tuhanku! Hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu
مقرّا بالذّنوب وقد دعاك
Dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu
فإن تغفر فأنت لذاك أهل...
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun
وإن تطرد فمن نرجو سواك؟؟؟
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau???


Abu Nawas adalah Abu Ali Hasan bin Hani’ al-Hakami, seorang penyair yang sangat masyhur pada zaman Bani Abbasiyyah. Kepiawaiannya dalam menggubah qoshidah syair membuat dia sangat terkenal di berbagai kalangan, sehingga dia dianggap sebagai pemimpin para penyair di zamannya. Namun amat disayangkan, perjalanan hidupnya banyak diwarnai dengan kemaksiatan, dan itu banyak juga mewarnai syair-syairnya. Sehingga saking banyaknya dia berbicara tentang masalah khamr, sampai-sampai kumpulan syairnya ada yang disebut khamriyyat.

Abu Amr Asy-Syaibani berkata, “Seandainya Abu Nuwas tidak mengotori syairnya dengan kotoran-kotoran ini, niscaya syairnya akan kami jadikan hujjah dalam buku-buku kami.”

Bahkan sebagian orang ada yang menyebutnya sebagai orang yang zindiq meskipun pendapat ini tidak disetujui oleh sebagian ulama. Di antara yang tidak menyetujui sebutan zindiq ini untuk Abu Nuwas adalah Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah (14:73), ketika menyimpulkan tentang kehidupan Abu Nuwas beliau berkata, “Kesimpulannya, para ulama banyak sekali menceritakan peristiwa kehidupannya, juga tentang syair-syairnya yang mungkar, penyelewengannya, kisahnya yang berhubungan dengan masalah khamr, kekejian, suka dengan anak-anak kecil yang ganteng serta kaum wanita sangat banyak dan keji, bahkan sebagian orang menuduhnya sebagai pezina. Di antara mereka juga ada yang menuduhnya sebagai seorang yang zindiq. Di antara mereka ada yang berkata: ‘Dia merusak dirinya sendiri.’ Hanya saja, yang tepat bahwa dia hanyalah melakukan berbagai tuduhan yang pertama saja, adapun tuduhan sebgian orang yang zindiq, maka itu sangat jauh dari kenyataan hidupnya, meskipun dia memang banyak melakukan kemaksiatan dan kekejian”

Akan tetapi, bagaimanapun juga disebutkan dalam buku-buku sejarah bahwa dia bertaubat di akhir hayatnya. Semoga Allah menerima taubatnya dan memaafkan kesalahannya, karena bagaimanapun juga dia mengakhiri hidupnya dengan taubat kepada Allah. Dan semoga kisah yang diceritakan oleh Ibnu Khalikan dalam Wafyatul-A’yan 2:102 benar adanya dan menjadi kenyataan. Beliau menceritakan dari Muhammad bin Nafi berkata, “Abu Nuwas adalah temanku, namun terjadi sesuatu yang menyebabkan antara aku dengan dia tidak saling berhubungan sampai aku mendengar berita kematiannya. Pada suatu malam aku bermimpi bertemu dengannya, kukatakan, ‘Wahai Abu Nuwas, apa balasan Allah terhadapmu?’ Dia menjawab, ‘Allah mengampuni dosaku karena beberapa bait syair yang kututlis saat aku sakit sebelum wafat, syair itu berada di bawah bantalku.’ Maka saya pun mendatangi keluarganya dan menanyakan bantal tidurnya dan akhirnya kutemukan secarik kertas yang bertuliskan :


شعر ابو نواس قبل الموت
---------------------------------
يا ربّ إن عظمت ذنوبي كثرة...
Ya Allah, jika dosaku teramat sangat banyak
فلقد علمت بأنّ أعظم...
Namun saya tahu bahwa pintu maaf-Mu lebih besar
إن كان لا يرجوك إلاّ محسن...
Jika yang memohon kepada-Mu hanya orang yang baik-baik saja
فمن الذي يدعو ويرجو المجرم؟؟؟
Lalu kepada siapakah orang yang jahat akan memohon???
أدعوك ربّ كما أمرت تضرّعا...
Saya berdoa kepada-Mu dengan penuh tadharru’ sebagaimama Engkau perintahkan
فإذا رددّت يدي فمن ذا يرحم؟؟؟
Lalu jika Engkau menolak tangan permohonanku, lalu siapa yang akan merahmati-ku???
مالي إِليك وسيلة إلاّالرّجا...
Saya tidak mempunyai wasilah kepada-Mu kecuali hanya sebuah pengharapan
وجميل عفوك ثمّ إنّي مسلم...
Juga bagusnya pintu maaf-Mu kemudian saya pun seorang yang muslim

17 comments

Aku dan Perahu FoSEI

Bismillahirrahmanirrahim,
Aku merasa seperti berada diatas perahu ditengah samudera yang dipenuhi pernak-pernik angkasa dilangitnya. Yaaah mungkin agak sedikit klise…
DAMAI...INDAH...TENTRAM...Menakjubkan memang, namun itu saja belum mampu untuk melukiskan ukiran qalbu yang kian dihiasi asma-asma ALLAH. Rasa Syukur dan Cinta Illahi pun kian membuncah mengisi setiap tempat direlung hati yang dulunya kosong tak berarti.

Al-Qur'an dan As-sunah menjadi GPS yang akan membawa perahu ini berlabuh di arsynya Rabb-KU, namun untuk mencapai titik akhir itu, masih panjang perjalanan yang harus dilalui. Karena Badai, Angin dan Ombak pun tak mau mengalah dan tak kan pernah berhenti menghempas perahu ini. Akan tetapi, diatas perahu ini aku tidak berjalan sendiri, karena aku tahu aku bersama orang-orang hebat yang dapat diandalkan dalam setiap keadaan.

Diatas perahu ini kita saling mengenal, merajut kasih dalam Ikatan Iman dan Taqwa sehingga rasa persaudaraan ini pun lebih pekat daripada ikatan darah, lebih romantis daripada drama korea, dan lebih harmonis daripada alunan Orchestra. Benar Sekali, kita di ikat erat dalam sebuah ikatan ukhwah yaitu Islamiyah. Aku yakin setiap Insan yang berada diatas perahu ini adalah mereka yang memiliki tekat yang kuat dan bulat untuk menjadi yang terbaik di mata TUHAN mereka, karena setiap kata yang mereka ucapkan adalah NASIHAT, setiap amalan yang mereka kerjakan adalah IBADAH, dan setiap diam mereka adalah DZIKIR.

Diatas kabin perahu ini pula telah berkibar sebuah bendera dengan laskar islam, dimana simbol ini merupakan sebuah lambang yang menjadi akar dan pondasi bagi visi dan misi perahu ini untuk mencapai titik akhir dari yang menciptakan kehidupan, yang maha raja dari segala raja, dan yang maha besar dari mereka yang merasa besar dibumi ini.

“DAKWAH” Entah sejak kapan keinginan itu mulai muncul dari dalam hati ini, KEMARIN, TADI PAGI, ATAU BARU SAJA tapi Aku merasa semakin hari keinginan itu semakin kuat, seakan-akan ia ingin meronta dan melepaskan diri dari sebuah ikatan yang selama ini membelenggu hati. Kini keinginan itu telah berubah menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan yang akan membawa hati ini dalam kedamaian karena ia berada dalam naungan suatu dzat yang penuh cinta, rahmat, dan kasih sayang.

Sekarang atau tepatnya saat ini, Aku telah bertekat untuk tidak akan pernah meninggalkan dakwah ini, Menyerukan yang Ma’ruf dan Mencegah apa itu yang mungkar, Mempertegas yang halal dan mengharamkan apa yang diharamkan. Tanpa dakwah perahu ini tak akan pernah bisa berlayar untuk mencapai tujuannya, ia akan terombang ambing dibawa angin hingga ia tenggelam ditelan ombak, karena dakwah baginya merupakan sebuah layar yang akan mendorong perahu ini sampai pada tujuannya yaitu sebuah tempat yang hakiki nan mulia disisi ALLAHU AZZA WAJALLA.

SET 1 2012
Keluarga FoSEI UMS
Jama'ah FoSEI

Inspirated by Teman-Teman FoSEI.
Author : Anas TS
0 comments

Kisah Pak Ventry dan Pak Fahmi

Maaf pak ventry..., "saya dengar bapak mau berhenti kerja?" tanya pak fahmi teman kerjanya. "Iya pak, saya mau berbisnis, dan mau jadi pengusaha" jawab pak ventry dengan senyum.

"Pak ventry ini jadi orang kok neko-neko banget sih ga bersyukur, saya mah ga mau neko-neko, sudah punya kerjaan dan punya gaji 3jt saja sudah cukup" tegas pak fahmi dengan ketus.

"bukannya neko-neko pak, kalo emang pak fahmi ngerasa cukup dengan 3jt kenapa tidak mencari lebih 5jt, 10jt, atau 20jt lalu sisanya untuk diinfaqan dijalan Allah". tungkas pak ventry.

lalu pak fahmi pun pergi, terdiam sambil berfikir tentang perkataan pak ventry tadi.

Apakah cita-citamu? kalau saya, saya ingin mempunyai sebuah pesantren dan punya 100 anak yatim yah jadi kira-kira saya harus mempunyai budget 80-100jt per bulan, "bukan tidak mungkin jika Allah berkehendak". Pernahkah anda berfikir kenapa selama ini gaji anda kecil atau rezeki yang diperoleh hanya sedikit? mungkin itu karena kita hanya memikirkan kebutuhan diri kita sendiri tanpa memperhatikan orang-orang yang ada disekitar kita makanya allah hanya mencukupkan untuk diri kita sendiri.

Diantara 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga, 9 diantaranya adalah pengusaha dan orang kaya hanya ali bin abi thalib yang hidupnya sederhana. Apabila kita hidup hanya memikirkan diri kita sendiri tanpa memperhatikan berapa banyak saudara kita yang masih kelaparan di luar sana, berapa banyak biaya yang diperlukan untuk membuat peralatan perang demi menjaga kehormatan islam, jika kita hidup tanpa memikirkan itu semua berarti kita adalah orang yang egois. Jadi apabila kita masih memiliki kemampuan untuk mencari lebih maka mari kita kerahkan yang lebih itu untuk berjuang dijalan Allah
0 comments

April mop (1 April), "tragedi pembantaian umat islam spanyol"



Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, halloween: So What?”

SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka Mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang Telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.
Dan Tambanhannya..
Sekitar 80 akademisi dari Spanyol, Tunisia, Aljazair, Maroko, Prancis, dan beberapa negara lainnya berdiskusi dalam sebuah forum internasional tentang umat Islam yang secara kolektif diasingkan dari Granada 400 tahun lalu.
Pada 1492, setelah jatuhnya Kota Granada-Andalusia, sebagian besar umat Islam diasingkan dari bumi Islam, Andalusia (Spanyol). Sementara itu sisanya dipaksa masuk agama Kristen. Tidak cukup dengan hal demikian, umat Islam pun mengalami siksaan yang memilukan setiap tahunnya, yaitu dibakar hidup-hidup.
Saat ini, banyak umat Islam Spanyol yang menyadari bahwa leluhur mereka merupakan muslim Andalusia.
9 April 2009 lalu genap sudah 400 tahun terjadinya salah satu gerakan pengusiran terbesar sepanjang sejarah, yang mengeluarkan muslim Andalus yang telah hidup di bumi tumpah darahnya selama 8 abad, sekaligus juga membangun peradaban Islam yang gemilang dan menjadi salah satu peradaban yang paling penting.
Para sejarawan memperkirakan jumlah umat Islam yang diusir ada sekitar 250 ribu–350 ribu jiwa. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian mereka pergi ke pantai utara Maroko dan sisanya pergi ke Tunisia.
Seorang penulis kenamaan Spanyol Juan Guytesillo menyatakan peristiwa tersebut sebagai pengusiran sekaligus pemusnahan etnis dan agama yang pertama kali terjadi di Eropa.
Penulis Spanyol lainnya, Emilio Paistorius mengatakan bahwa pengusiran bangsa Moor (muslim) dari Andalusia merupakan kejahatan terbesar kedua. Sedangkan kejahatan terbesar yang pertama adalah pencurian buku-buku milik kaum muslimin oleh Ratu Isabella, yang kemudian dibakar di depan pintu gerbang ar-Raml (Bab al-Raml), Granada, kecuali buku-buku kedokteran Islam.
Islam bercokol di semenanjung Iberia (Andalusia, kini Spanyol, Portugal dan Andorra) selama kurang lebih 8 abad (8–16 M). Selama rentan waktu itu pula, Islam mampu menyulap semenanjung yang semula daerah pinggiran itu menjadi salah satu pusat peradaban dunia dan sentral ilmu pengetahuan sejagat. Ribuan cendikiawan, jutaan jilid buku, dan ratusan bangunan bersejarah Arab-Islami mengabadikan kisah kegemilangan peradaban Islam di bumi Andalusia itu.
Dan dari Islam-Andalusia pula, bangsa Eropa (kembali) mengenal ilmu pengetahuan hingga akhirnya mengilhami abad pencerahan, aufklarung, renaissance, dan kebangkitan di benua itu.
Transmisi ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang beralur dari Andalusia ke kota-kota Eropa lainnya.
Filsuf Inggris abad pertengahan Roger Bacon menyatakan, kebangkitan Eropa sangat berhutang kepada peradaban Islam Andalusia.

5 comments

Kisah Shahibul ukhdud

-->Shuhaib bin Sinaan Arrmmi ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja: "Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu anda kirim kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir". Maka raja berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang pendeta (ahli ibadah) yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta. Maka diajar oleh pendeta jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.
Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: "Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir", lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa "Ya Allah jika ajaran pendeta itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini".Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang-orang gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.
Maka ia langsung memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendeta), maka berkatalah Rahib itu kepadanya : "Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan anda akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.
Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: "sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang anda suka".
Jawab pemuda itu: "Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mau beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu".
Maka langsung dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga ia sembuh dengan izin Allah s.w.t. Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja "Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu" Jawabnya "Rabbi (Tuhanku)". Raja bertanya: "Aku?". Raja bertanya demikian karena merasa dirinya sebagai Tuhan. Jawabnya "Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah". Ditanya oleh Raja "Apakah anda mempunyai Tuhan selain Aku?" Jawabnya "Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu adalah Allah".
Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.
Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata "Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit"
Jawab pemuda itu "Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla". Raja itu pun bertanya "Adakah aku?", "Tidak" jawab permuda itu. maka tanya raja itu "Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?" Jawab pemuda "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah". Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mau beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.
Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama tauhid), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, Maka raja memerintahkan supaya dibawa ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa "Allahumma ikfinihim bimaa syi’ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)". Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga para pengawal berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya, maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: "Manakah orang-orang yang membawamu?". Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan urusan mereka".
Lalu pemuda itu ditangkap lagi dan kali ini dibawa ke laut dengan naik perahu, setelah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mau mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi’ta", maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja "Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?" Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan mereka".
Kemudian pemuda itu berkata kepada raja "Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku" Raja bertanya: "Apakah perintahmu?" Jawab pemuda: "Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu kau ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaarn (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu, maka dengan itu anda dapat membunuhku". Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: "Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)". Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahwa semua rakyat telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya tentang agamanya, jika ia telap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.
Maka adanya orang berjejal-jejal (berbaris-baris) dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggendong(membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menuruti mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: "Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang kebenaran.”. Akhirnya mereka berdua terjun kedalam parit api yang menyala dan membakar.

0 comments

"LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZHAALIMIIN"

-->Hayati kandungannya




"Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya diAmerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar,dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalandengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.



Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan diAmerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang Muslim. Akuharap dia keluar dari sini." Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya.Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemudaini beranjak keluar.Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?" Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapatdi wajahmu."Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itu pun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat. " Si pemuda tersenyum dan berkata,"Silakan!"

Sang paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya,delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.""Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yangdimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Diatidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!" "Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu,siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?""Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca "Bismillah.. ." dia berkata,

- Satu yang tiada duanya ialah Allah S.W.T.
- Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang.
Allah s.w.t. berfirman, "DanKami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."(Al-Isra': 12).
- Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
- Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
- Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
- Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.
- Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis.
Allah s.w.t.berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamusekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yangtidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
- Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allahs.w.t. berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
- Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada NabiMusa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik,katak, darah, kutu dan belalang.
- Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan.
Allah s.w.t.berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kalilipat." (Al-An'am: 160).
- Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .
- Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya,lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu memancarlahdaripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
- Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
- Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh.
Allah s.w.t. berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulaimenyingsing. " (At-Takwir: 18).
- Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
- Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara NabiYusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami,sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap,Yusuf berkata kepada mereka, "Tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)
- Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai.
Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suarakeldai." (Luqman: 19).
- Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam,Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
- Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialahAbu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
Allah s.w.t.berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
- Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab denganbatu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah AshabulKahfi (penghuni gua).
- Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu DayaWanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. "Sesungguhnya tipu daya kaum wanitaitu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
- Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaranmatahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

-->Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnyadan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan inidisetujui oleh paderi.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?"Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimutikeraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekhuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!

"Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah."

Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. "

Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah, WaAsyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. "

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga merekadengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertaqwa.


-->
Kesimpulan : Setelah mendengar cerita diatas semoga kita sebagai seorang moeslim dapat mengambil hikmah dari  cerita tersebut serta dapat memperkuat iman dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T.
Amin Yaa Robb...
0 comments

Skype

My status

My Contact


Spinning icons by Latest Hack
 
Support : Creating Website | Anas TS | Anas TS
Copyright © 2011. Pustaka Si Lebah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Anas TS
Proudly powered by Blogger